Sabtu, 28 Februari 2015

Cara membuat makanan ayam alternatif

Pakan ayam kampung alternatif
CARA MEMBUAT MAKANAN AYAM ALTERNATIF
Untuk budidaya ayam non ras dengan tradisional sebaiknya dipertimbangkan dari segi cost, cost pakan yaitu cost produksi terbesar dalam budidaya ternak, karenanya diinginkan seluruh peternak dapat melacak pakan-pakan alternatif untuk produksi ternak mereka.Baik ayam ras, sapi potong, sapi perah serta yang lain yang dipelihara dengan tradisional. Pada kesempatan kali ini kita dapat berbagi sesuatu pakan alternatif yang dapat menambah produksi telur pada peternakan budidaya ayam kampung. 

Pakan ini kita catatkan menurut pengalaman serta belum ada uji ilmiah yang dikerjakan oleh kelompok umur akademisi peternakan, tetapi dari hasil pengamatan saya menyimpulkan bahwa pakan yang dipakai oleh peternak ini dapat menghimpit cost pakan sekalian menambah hasil produksi terutama telur ayam kampung. 
tals sebagai pakan ayam kampung 

Pakan alternatif yang dipakai oleh peternak yang saya amati ini terdiri berbahan pakan berikut :
  1. Talas ( umbi serta daun ) di sini menurut si peternak yang membudidayakan ayam kampung tersebut bisa dipakai umbinya saja, atau tangkai serta daunya saja atau digabungkan keduanya. yang kerap dipakai yaitu tangkai serta daun talas.
  2. Beras dolog ( catu ), supaya cost lebih murah apabila di tempat anda tidak ada beras dolog ini beli saja beras yang sangat murah atau beras aking juga bisa.
  3. Dedak, di sini untuk budidaya ayam kampung ini tidak problem dedak kualitas tengah yang dipakai. dedak kualitas tengah yaitu dedak yang tidak terlampau halus.
  4. Tepung tulang atau tepung cangkang kerang ( keong ) ini tidak harus, diberi bila ada saja.

Langkah memproses beberapa bahan pakan ayam kampung di atas yaitu seperti berikut : 
Cincang talas atau batang serta daunt alas kecil-kecil lebih kurang ½ cm, tanak seluruh bahan semestinya menanak nasi. ukuran perbandingan bahan di atas yaitu ; untuk 2 kg pakan pakai 1 kg umbi talas atau daun talas, ½ kg beras serta ½ kg dedak. tepung tulang cuma diperlukan satu sendok makan. aduk rata seluruh bahan tersebut serta ditanak. 

Hasil yang diperoleh gunakan pakan ayam alternatif ini nyatanya amat bagus, perkembangan ayam amat baik serta jumlah telur yang dihasilkan juga selayak peternak yang berikan pakan yang diproduksi pabrik. Oleh dikarenakan itu saya berani menyebutkan bahwa ini yaitu di antara pakan ternak ayam kampung yang amat baik diterapkan dikarenakan dapat menghimpit cost produksi sampai 50 persen dari pada menggunakan pakan yang dibeli dari hasil pabrik ( pelet ). 

Kekurangan saat menggunakn pakan budidaya ayam kampung layaknya ini yaitu sulitnya mengadaptasikan ayam dengan pakan ini. Awal-awal mengguankan pakan ini umumnya ayam kampung belum akan mengonsumsi pakan ini layaknya mengonsumsi pelet. Tetapi ini cuma berlangsung sekian hari saja. Untuk lakukan penyesuaian paksa ayam kampung tersebut untuk mengonsumsi pakan ini dengan tidak berikan pakan tak hanya pakan yang kita bikin ini. tak perlu takut ayam dapat mati kelaparan, saat mereka lapar maka pakan ini dapat mereka makan dengan lahap. 

Jenis ayam

1. Ayam Kedu
Ayam kedu merupakan ayam lokal yang berkembang di Kabupaten Magelang dan Temanggung atau eks. Kersidenan Kedu (Jawa Tengah). Berdasarkan penampilan warnanya, ayam kedu dapat dibedakan menjadi empat jenis sebagai berikut .

a. Ayam Kedu Hitam

Ayam kedu hitam mempunyai penampilan fisik hampir hitam semua, tetapi kalau diamati secara teliti warnanya tidak terlalu hitam . Penampilan kulit pantat dan jengger masih mengandung warna kemerah-merahan . Bobot ayam kedu hitam jantan dewasa antara 2 kg–2,5 kg, sedangkan yang betinanya hanya 1,5 kg . Ayam ini sering disamakan dengan ayam cemani karena tampak serba hitam .

b. Ayam Kedu Cemani

Ayam kedu cemani memiliki penampilan sosok tubuh hitam mulus, termasuk paruh, kuku, telapak kaki, lidah, telak (langit-langit mulut), bahkan daging dan tulangnya juga hitam . Sosok tubuh ayam kedu jantan dewasa tinggi besar dan bobotnya antara 3 kg-3,5 kg, sedangkan yang betina dewasa berbobot antara 2 kg-2,5 kg .

c. Ayam Kedu Putih

Ayam kedu putih ditandai dengan warna bulu putih mulus, jengger dan kulit mukanya berwarna merah, sedangkan kakinya berwarna putih atau kekuning-kuningan [6]. Jenggernya tegak berbentuk wilah . Bobot ayam jantan kedu putih dewasa mencapai 2,5 kg . Sedangkan bobot ayam kedu putih betina 1,2 kg–1,5 kg .

d. Ayam Kedu Merah

Ayam kedu merah ditandai dengan warna bulu hitam mulus, tetapi kulit muka dan jengger berwarna merah, sedangkan kulit badannya berwarna putih . Sosok tubuh ayam kedu merah tinggi besar dengan bobot ayam jantan dewasa 3 kg-3,5 kg, Sedangkan bobot ayam betina 2 kg-2,5 kg .


2. Ayam Nunukan

Ayam nunukan disebut juga ayam Tawao. Ayam ini merupakan ayam lokal yang berkembang di Pulau Tarakan, Kalimantan Timur. Ayam nunukan diperkirakan berasal dari Cina . Karakteristik ayam nunukan adalah warna bulunya merah cerah atau merah kekuning-kuningan, bulu sayap dan ekor tidak berkembang sempurna . Sementara paruh dan kakinya berwarna kuning atau putih kekuning-kuningan dengan jengger dan pial berwarna merah cerah. Jenggernya berbentuk wilah dan bergerigi delapan .

Stadium anak ayam sampai umur 45 hari cenderung berbulu kapas . Berat badan ayam nunukan jantan dewasa 3,4 kg–4,2 kg, sedangkan yang betina 1,6 kg–1,9 kg .

3. Ayam Pelung


Ayam pelung merupakan ayam lokal yang berkembang di Kabupaten Cianjur dan Sukabumi (Jawa Barat). Ayam pelung memiliki sosok tubuh besar dan tegap, temboloknya tampak menonjol . Kakinya panjang, kuat, dan pahanya berdaging tebal . Ayam pelung jantan memiliki Jengger berbentuk wilah yang besar, tegak, bergerigi nyata dan berwarna merah cerah . Ayam pelung betina mempunyai jengger, tetapi jengger terseebut tidak berkembang dengan baik [6]. Ayam pelung jantan dewasa mempunyai bobot badan berkisar antara 3,5 Kg – 5,5 Kg, sedangkan yang betina 2,5 Kg – 3,5 Kg .

4. ayam sumatera

Ayam Sumatra merupakan ayam lokal dari Sumatera Barat . Penampilan perawakannya tegap, gagah ,tetapi ukuran tubuhnya kecil. Ayam Sumatra jantan berkepala kecil, tetapi tengkoraknya lebar . Pipinya penuh (padat), keningnya tebal, dan pialnya menggantung ke bawah. Paruh ayam Sumatra umumnya pendek dan kukuh berwarna hitam, dengan cuping kecil dan berwarna hitam . Ayam Sumatra memiliki jengger berbentuk wilah dan berwarna merah . Kulit muka juga berwarna merah atau hitam, ditumbuhi bulu halus yang jarang . Bobot ayam Sumatra jantan dewasa 2 Kg, sedangkan yang betina 1,5 Kg .


5. Ayam Belenggek

Ayam belenggek berasal dari Sumatera Barat, tepatnya dipedalaman Kabupaten Solok . Ayam ini pandai berkokok dengan suara yang merdu dan iramanya bersusun-susun, panjang sampai terdiri atas 6-12 suku kata. Semakin panjang suku katanya, semakin panjang kokoknya .

6. Ayam Gaok

Ayam gaok bersal dari madura dan Pulau Puteran, Kabupaten Sumenep . Keistimewaan ayam gaok yaitu kokoknya memiliki suara panjang yang hampir sama dengan ayam pelung yang terdapat di Cianjur (Jawa Barat). Ayam Gaok jantan dewasa memiliki bobot badan mencapai 4 Kg, sedangkan yang betina 2 - 2,5 Kg. Ayam Gaok jantan memiliki tampilan tubuh besar, tegap dan gagah . Jenggernya besar berbentuk wilah dan berwarna merah, dengan pial yang besar dan warnanya merah. Kakinya berwarna kuning . Bulunya didominasi oleh warna kuning kehijau-hijauan (wido), namun ada juga yang berwarna lain, seperti merah dan hitam .

Pengertian ternak ayam

Peternakan adalah kegiatan mengembangbiakkan dan membudidayakan hewan ternak untuk mendapatkan manfaat dan hasil berupa jasa, tenaga, dan keuntungan finansial dari kegiatan tersebut.
Pengertian peternakan tidak terbatas pada pemeliharaaan saja, memelihara dan peternakan perbedaannya terletak pada tujuan yang ditetapkan. Tujuan peternakan adalah mencari keuntungan dengan penerapan prinsip-prinsip manajemen pada faktor-faktor produksi yang telah dikombinasikan secara optimal.
Kegiatan di bidang peternakan dapat dibagi atas dua golongan, yaitu peternakan hewan besar seperti sapi, kerbau dan kuda, sedang kelompok kedua yaitu peternakan hewan kecil seperti ayamkelinci dll.
Sistem peternakan diperkirakan telah ada sejak 9.000 SM yang dimulai dengan domestikasi anjingkambing, dan domba. Peternakan semakin berkembang pada masa Neolitikum, yaitu masa ketika manusia mulai tinggal menetap dalam sebuah perkampungan. Pada masa ini pula, domba dan kambing yang semula hanya diambil hasil dagingnya, mulai dimanfaatkan juga hasil susu dan hasil bulunya (wol). Setelah itu manusia juga memelihara sapi dan kerbau untuk diambil hasil kulit dan hasil susunya serta memanfaatkan tenaganya untuk membajak tanah. Manusia juga mengembangkan peternakan kuda, babi, unta, dan lain-lain.
Ilmu pengetahuan tentang peternakan, diajarkan di banyak universitas dan perguruan tinggi di seluruh dunia. Para siswa belajar disiplin ilmu seperti ilmu gizigenetika dan budi-daya, atau ilmu reproduksi. Lulusan dari perguruan tinggi ini kemudian aktif sebagai dokter hewan, farmasi ternak, pengadaan ternak dan industri makanan.
Dengan segala keterbatasan peternak, perlu dikembangkan sebuah sistem peternakan yang berwawasan ekologis, ekonomis, dan berkesinambungan sehingga peternakan industri dan peternakan rakyat dapat mewujudkan ketahanan pangan dan mengantasi kemiskinan.
Adapun jenis-jenis ternak diantaranya sapi, kerbau, sapi perah, domba, kambing, babi, kelinci, ayam, itikmentokpuyuhulat sutera,belutkatak hijau, dan ternak lebah madu. Masing-masing hewan ternak tersebut dapat diambil manfaat dan hasilnya. Hewan-hewan ternak ini dapat dijadikan pilihan untuk diternakan sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai.